ARANG BRIKET JADI ALTERNATIF

Pontianak Pos, Selasa, 19 Juni 2001

TERNYATA tempurung kelapa dapat diolah sedemikian rupa sehingga menjadi Arang Briket yang dapat dijadikan alternatif untuk bahan bakar minyak, yang kini dijual dengan harga lebih mahal. Arang tempurung kelapa merupakan produk yang diperoleh dari pembakaran tidak sempurna. Sebagai bahan bakar, bahkan arang lebih menguntungkan dibanding kayu bakar. Arang memberikan kalor pembakaran yang lebih tinggi, dan asap yang lebih sedikit, ungkap Manager Unit Industri Arang Briket Puskud kalbar, Ir Jamaludin MT pada AP Post, dalam satu percakapan belum lama ini. Arang juga dapat ditumbuk, kemudian dikempa (cetak) menjadi Arang Briket dalam berbagai bentuk. Menurut dia, Arang Briket lebih praktis penggunaannya dibanding kayu bakar, arang dapat diolah lebih lanjut menjadi arang aktif dan sebagai pengisi dan pewarna pada industri karet dan plastik. Menurut Jamaludin, pemakaian Briket sebagai bahan bakar alternatif belum populer seperti penggunaan minyak tanah. Walaupun sudah banyak di jual di pasar maupun di supermarket, tapi yang menggunakannya, baru hanya terbatas pada restoran dan rumah-rumah makan. Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Kalbar merupakan salah satu contoh unit yang memproduksi Arang Briket.

Mereka memproduksi Arang Briket setiap bulannya sekitar 60 ton. “Sekitar 50 persen dari produksi kita ekspor,” kata Jamaludin. Sisanya baru untuk memenuhi kebutuhan lokal. Selain itu, briket menurut Jamaludin juga tidak menimbulkan efek sampingan yang membahayakan kesehatan. “Bahkan bisa pemakaiannya tepat, menimbulkan aroma segar dan alami,”tambah Jamal yang juga manager Agroniaga Puskud Kalbar ini. Nilai tambah briket, juga lebih panas dari arang kayu, tidak berbau, memiliki aroma alami dan segar, bersih dan tahan lama. “Bara yang ditimbulkannya bisa bertahan selama 4 jam. Dan bila bara telah merata tidak perlu dikipas dan debu relatif sedikit, juga tidak berterbangan,” ucapnya. Menurut Jamal, kelebihan briket itu diperoleh dari hasil Pengujian Kimia dari Departemen Perindustrian R.I. Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Balai Penelitian dan Pengembangan Industri, Nomor: 161/MM/V/ 1995 dengan nomor analisa : P.107. Hasil penelitian menyimpulkan, arang briket ini mempunyai Kadar abu (Ash) 7,22 persen, Kadar air (Moisture Content) 3,80 Persen, dan lama pemijaran (time ignition) 4 jam.(rul)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: