Komoditas Unggulan Sektor Sekunder (Industri Kelapa Terpadu)

Prospek PasarIndustri Kelapa Terpadu adalah industri pengolahan kelapa yang menghasilkan antara lain: Tepung Kelapa, Santan Kelapa, Serat Kelapa (Coco Fiber), Arang Briket, dan Nata de Coco. Neraca perdagangan tepung kelapa sebagai produk utama dari industri pengolahan kelapa terpadu menunjukkan rata-rata surplus yang besar setiap tahunnya (28,904,421 USD). Hal tersebut menunjukkan pasar luar negeri yang cukup baik. Disamping tepung kelapa, Serat Kelapa sebagai salah satu hasil pengolahan kelapa terpadu memiliki prospek pasar dalam negeri yang baik. Hal ini ditunjukkan oleh neraca perdagangan serat kelapa selama lima tahun (2001 – 2005) yang terlihat negative, dengan nilai rata-rata selama lima tahun sebesar 13,229,883 USD. Dengan demikian, komoditas Coco Fiber cukup potensial untuk dikembangkan karena memiliki prospek pasar dalam negeri yang baik. Ketersediaan bahan Baku PotensialProduksi kelapa di Propinsi Sulawesi Selatan sebesar 92,872 ton/tahun. Satu unit industri kelapa terpadu memiliki kapasitas bahan baku sebesar 2,057 ton/tahun. Saat ini Provinsi Sulawesi Selatan belum terdapat industri kelapa terpadu. Dengan demikian diperkirakan masih tersedia bahan baku kelapa sebanyak 92,872 ton/tahun.Lokasi Pengembangan Lokasi pengembangan ditetapkan berdasarkan Kabupaten/Kota sentra produksi bahan baku dari industri yang akan dikembangkan. Berdasarkan hal ini, industri kelapa terpadu di Sulawesi Selatan dapat dikembangkan di Kabupaten Selayar dengan produksi bahan baku sebesar 25,225 ton/tahun, Bone sebesar 9,157 ton/tahun, dan Luwu sebesar 8,991 ton/tahun.Kebutuhan dan Ketersediaan Tenaga KerjaIndustri kelapa terpadu membutuhkan tenaga sebanyak 700 orang/unit industri. Sementara itu jumlah pencaritenaga kerja terdaftar di Sulawesi Selatan tahun 2005 sebanyak 27,613 orang. Dengan demikian kebutuhan tenaga kerja untuk pengembangan industri ini cukup tersedia.Nilai Investasi dan Kelayakan Finansial Secara umum untuk membangun satu unit industri kelapa terpadu diperlukan investasi sebesar Rp. 6,211,463,500, – atau 621,146.33 USD.

 

Sumber : http://www.bppmd-sulsel.go.id/in – Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah Powered by Mambo Generated: 25 February, 2008, 21:31

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: