Manado Pusat Riset Kelapa.

 

MANADO, Kekuatiran bumi Nyiur Melambai terancam tinggal nama menyusul maraknya penebangan Pohon Kelapa, bakal terminimalisir. Buktinya, pohon kelapa yang merupakan komoditas andalan daerah kita, mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Sulut akan dijadikan pusat riset kelapa di Indonesia. Keseriusan pemerintah pusat ini dikatakan langsung Menteri Pertanian Dr Ir Anton Apriyanto, saat memberikan materi dalam Seminar Optimalisasi Daya Saing Kelapa Sebagai Komoditas Unggulan di Hotel Quality, Kamis (17/01).

 

”Sulut akan dijadikan pusat riset kelapa,” ungkap Menteri dalam acara yang diselenggarakan atas Fakultas Pertanian Unsrat dan Komisi IV DPR RI, dan dibuka oleh Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang tersebut.

 

Menteri mengatakan Sulut sangat berpotensi untuk pengembangan komoditi kelapa. Karenanya dirinya menyatakan akan menyiapkan dana untuk riset. “Untuk itu Balitka harus dioptimalkan ”katanya. Apalagi dari kelapa bisa menghasilkan berbagai produk seperti; minyak goreng, kelapa parut kering, santan, air kelapa segar, nata de coco, kelapa muda (dikalengkan), kue kelapa dan produk makanan lainnya yang potensial dikembangkan.

 

 

Makanya ia juga meminta kepada peniliti-peneliti Sulut untuk berkerja secara professional. ”Saat ini kelemahan kita, karena penelitian tidak fokus dan lebih berorientasi pada duit bukan pada hasil yang bisa bersaing. Jadi silakan susun proposal dan kami akan evaluasi termasuk hasilnya,” jelasnya seraya menambahkan, kelemahan lainnya karena petani tidak siap dengan produk turunan dari kelapa.

 

”Produk turunan Kelapa yang dikembangkan di Philipine sudah mencapai ratusan, sedangkan Indonesia baru sepuluh,”katanya menyayangkan hal itu.

 

Diakuinya, pengembangan komiditi kelapa ini masih memiliki masalah yang perlu diselesaikan seperti produktivitas tanaman yang rendah, kepemilikan lahan terbatas dan pemanfaatannya belum optimal dengan penerapan teknologi terbatas. Jenis produk turunan masih terbatas, penanganan agribisnis perkelapaan masih tersegmentasi dan serangan hama dan penyakit seperti sexava, busuk pucuk dan penyakit layu yang belum ada obatnya.

 

Kendati demikian, terdapat juga peluang pengembangan agribisnis seperti adanya pangsa pasar dunia yang relatif mapan untuk produk minyak kelapa, potensi pengembangan produk cukup luas dan terbuka termasuk coco-diesel. Lahan di antara pertanaman kelapa juga berpotensi untuk diversifikasi usaha, tersedianya teknologi tepat guna dan adanya dukungan industri rumah tangga.

 

Sehubungan dengan pengembangan teknologi kelapa terpadu, Menteri menyarankan diperlukannya ketersediaan benih bermutu serta teknologi budidaya dan peremajaan tanaman kelapa. Termasuk juga penerapan teknologi pengolahan sesuai potensi dan kondisi petani setempat. ”Peningkatan produksi kelapa tersebut tidak mungkin dicapai tanpa menggunakan teknologi anjuran seperti benih bermutu, teknik bercocok tanam dan pasca panen,” paparnya.

 

Terkiat dengan pendirian pusat riset kelapa, Gubernur Sarundajang menyambut positef. ”Itu sangat bagus,” jawabnya. Sebelumnya dalam sambutannya ia mengatakan, Sulut telah mencanangkan dan memantapkan program revitalisasi pertanian termasuk pembangunan di sector perkebunan. ”Antara lain diupayakan untuk mengembangkan tanaman kelapa dalam upaya mengembalikan kejayaan Sulut sebagai Bumi Nyiur melambai,” katanya.

Diketahui, lahan areal tanaman kelapa di Sulut sekitar 270 ribu hektar dengan produktivitas kira-kira 1,1 ton/ha tahun ekivalen kopra atau 45 persen dari potensi produksi terutama disebabkan oleh luasnya tanaman tua. Dalam kesempatan itu, Sarundajang juga menyatakan rasa syukurnya karena harga Kopra saat ini menembus Rp 6.500 perkilgramnya.

Sumber : Sulutlink

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: